PELAJARAN PENTING YANG BISA DIAMBIL DARI URUTAN FILM HARRY POTTER

Serial film Harry Potter terakhir tayang pada tahun 2011, wah sudah 9 tahun yang lalu ternyata. Film bertemakan sihir ini memang banyak diminati dari dulu sampai sekarang. Bahkan banyak yang menonton ulang urutan film Harry Potter dari awal sampai akhir. Selain dari segi alur cerita yang benar-benar menarik. Dari film Harry Potter ini kita bisa mendapatkan pelajaran berharga yang bisa dijadikan renungan.

Lalu apa saja pelajaran berharga yang bisa kita petik dari urutan film Harry Potter ini? Simak dibawah ini.

  1. Tetap Bahagia

“Happiness can be found even in the darkest of times, if one only remembers to turn on the light.” —Albus Dumbledore (Harry Potter and The Prisoner Of Azkaban (2004))

Siapa sih yang nggak kenal sama Dumbledore? Hampir semua penonton Harry Potter suka dengan tokoh satu ini. Kalimat tersebut diucapkan oleh Dumbledore saat menyambut tahun ajaran baru di Sekolah Sihir Hogwarts. Ada banyak anak muda yang belum mampu mengontrol emosi dan seringkali terjebak ke dalam perasaan sedih masa lalu. Sebenarnya sesekali kita merasa sedih tidak menjadi masalah. Namun yang menjadi masalah adalah terus menerus merasa sedih. Ayolah, masih banyak orang yang peduli dan sayang sama kamu. Jangan sia-siakan perhatian dan kasih sayang mereka. Jangan lupa untuk tetap bahagia setiap harinya.

  1. Menghormati Satu Sama Lain

“If you want to know what a man’s like, take a good look at how he treats his inferiors, not his equals.” —Sirius Black (Harry Potter and the Goblet of Fire (2005))

Dalam serial Harry Potter, kaum House ELF sering dianggap rendah. Karena biasanya mereka dijadikan budak oleh penyihir. Akan tetapi berbeda dengan Sirius Black. Dia memperlakukan para House ELF dengan hormat tanpa memandang kasta yang dibawah penyihir. Di kehidupan sehari-hari pun, terkadang kita juga bersikap sama seperti penyihir tersebut. Menyebut orang lain lebih rendah dan memperlakukan tidak adil karena tidak sederajat. Seakan lupa bahwa manusia yang hidup di Bumi ini mempunyai derajat yang sama di mata Tuhan. Toh, kita tetap membutuhkan pertolongan satu sama lain. Lalu kenapa memandang seseorang dari segi yang berbeda?

  1. Menjadi Percaya Diri

“I am what I am, an’ I’m not ashamed. ‘Never be ashamed,’ my ol’ dad used ter say, ‘there’s some who’ll hold it against you, but they’re not worth botherin’ with.'” —Hagrid (Harry Potter and the Goblet of Fire (2005))

Pastinya tidak asing dengan sosok setengah raksasa dan setengah manusia, Hagrid, bukan? Hampir sama dengan House ELF. Kaum setengah raksasa sering dianggap remeh dan rendah. Bahkan seringkali menjadi hinaan para penyihir. Hagrid sendiri memiliki tampilan tinggi besar dengan rambut dan janggut lebat. Meskipun sering diejek, namun dia tetap percaya diri dalam menjalani kesehariannya. Jadi jangan pernah merasa kamu bukan apa-apa. Tetap percaya diri dan tidak memedulikan kata-kata negatif dari orang lain menjadi pilihan tepat. Dengan begitu, kehidupanmu tidak akan suram.

  1. Keluar Dari Zona Nyaman

“What’s life without a little risk?” —Sirius Black (Harry Potter and The Order of The Phoenix (2007))

Masih dari tokoh yang sama di film Harry Potter. Saat itu Sirius Black kabur dari penjara Azkaban dan menjadi buron. Meskipun menjadi buron, dia berusaha keras untuk menemui Harry walau harus mengorbankan hidupnya. Dari kejadian ini bisa dipetik sebuah hal. Bahwa dalam hidup, kita tidak akan selamanya berada di zona nyaman. Terkadang akan ada halangan dan rintangan yang datang. Entah itu rintangan kecil atau besar. Karena itulah, kita harus berani mengambil risiko. Tetapi percayalah, setiap pengorbanan yang dilakukan tidak akan pernah sia-sia.

  1. Menjaga Ucapan

“Words are, in my not-so-humble opinion, our most inexhaustible source of magic. Capable of both inflicting injury, and remedying it” —Albus Dumbledore (Harry Potter and the Deathly Hallows)

Kalimat yang diucapkan oleh Dumbledore ketika Harry meninggal dan mengunjungi alam baka ini cocok untuk zaman sekarang. Dimana banyak orang yang menyuarakan apa yang ada di pikiran tanpa akibatnya seperti apa. Karena bisa jadi, kata-kata yang kita sampaikan belum tentu benar dan malah membuat sebuah hal berlarut-larut. Akan lebih baik jika menyampaikan pendapat disertai dengan bukti kuat.

Nah itulah beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari urutan film Harry Potter. Kamu bisa banget membuat pelajaran-pelajaran diatas sebagai acuan untuk menghadapi hari yang akan datang.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close